"Saya kalau mau mati ya mati saja. Kita polisi memang harus berani. Kapolda saja berani, Kabid Humas Polda Metro juga berani. Masak saya sebagai prajurit tidak berani, bisa ditempeleng senior nanti," candanya.
Sebagai informasi, dirinya dan IPDA Tamat Suryani lah yang menuntaskan perlawanan teroris di sekitaran Sarinah itu sudah sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP).
Saat itu, dia berhasil menembak mati Afif alias Sunakim yang mengenakan kaos biru dongker, celana blue jins serta topi hitam dan Ali yang keduanya mungkin akan melakukan peledakan lagi.
"Saya minta ke Ipda Tamat untuk tiarap dan fokus ke kakinya, begitu dia tidak ada gerakan, hajar! Karena di kaki dia (teroris) ada bom kalau meledak wah bahaya juga ini ada masyarakat," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)