SOLO - Fatkurrachman-Siti Toyyibah selaku orangtua Bahrun Naim terduga otak penyerangan bom di Sarinah, MH Thamrin, Jakarta pasrah dan mempersilakan aparat keamanan menangkap anaknya yang dianggap anak hilang sejak Februari 2015.
"Wegah aku ngomong bab Bahrun, wis tak anggep cah ilang minggat karo bojone anyar cah sekolahan kae. (Saya malas ngomong soal Bahrun. Saya anggap anak hilang, pergi dengan istri barunya Siti Lestari yang masih mahasiswi," ujar Fatkurrachman ayah kandung Bahrun, kepada wartawan sambil masuk ke rumahnya di Jalan Sungai Indragiri no 57 RT 1 RW 1, Sangkrah Pasar Kliwon Solo. Fatkurrachman juga pasrah jika pihak keamanan menangkap anaknya.
Sementara Ketua RT 1 RW 1, Sugeng Suharyo, mengatakan, dirinya terakhir bertemu Bahrun pada tahun 2014 silam. Bahrun tinggal di kampung tersebut bersama kedua orangtuanya, yakni Fatkhurrahman dan Siti Toyyibah. Bahrun, sosok yang tertutup dan jarang bergaul di masyarakat.
"Kalau yang sering keluar di masyarakat ya hanya Bapaknya, kalau Bahrun orangnya pendiam," katanya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))