BOGOR - Aldi Tardiansyah (17), korban luka dalam aksi teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, kini sudah berada di kediamannya di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Aldi merupakan petugas keamanan di gerai Starbucks, tempat terjadinya ledakan. Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta karena mengalami luka di telinga akibat dentuman keras bom Sarinah.
"Allhamdulliah saya udah mendingan. Saya pulang ke rumah kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB bareng sama tiga korban lainnya," kata Aldy saat ditemui di rumahnya, Selasa (19/01/16).
Aldy menceritakan, saat terjadinya bom Sarinah pada Kamis 14 Januari lalu, ia tengah patroli di sekitar tempatnya bekerja. Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah jalan raya yang kemudian disusul dengan ledakan lainnya.
"Waktu itu, saya lagi jaga di sekitar kafe. Terus ada suara ledakan dari arah jalan. Saya kira awalnya petasan terus muncul asap, enggak lama ada suara ledakan lagi," terangnya.
Saat terjadi ledakan yang ketiga kalinya, ia juga mendengar suara tembakan beberapa kali dari arah jalan dan disusul ledakan lainnya. Sontak hal tersebut membuat pengunjung kafe panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
"Saya pas denger itu juga langsung panik. Orang lain juga sama. Sudah aja itu mah masing-masing nyelametin diri nyari tempat aman," tuturnya.
Usai kejadian tersebut, ia pun mengalami luka di bagian telinga akibat dentuman keras ledakan bom dan dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta bersama korban lainnya.
"Kuping saya berdengung soalnya keras sekali bunyinya. Tapi sekarang udah agak mendingan," ungkapnya.
Dirinya berharap secepatnya pulih agar bisa kembali berkativitas. "Nanti Senin saya ke RS buat dicek lagi. Ya mudah-mudahan cepat sembuh pengen kerja lagi," tutupnya.
(Risna Nur Rahayu)