JAKARTA - Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Mabes Polri telah meminjam lima narapidana di Lapas Tangerang dan Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah untuk melakukan pengembangan kasus teror bom Sarinah.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, petugas juga akan mendalami keterkaitan dua napi lainnya yaitu Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Ba'asyir.
"Kalau itu perlu pendalaman lebih jauh tetapi di dalam (penjara) ada ABB (Abu Bakar Baasyir), ada AA (Aman Abdurrahman). Namun pentolannya masih banyak di sana dan masih dalam penyelidikan, " kata Anton di Mabes Polri, Kamis (21/1/2016).
Menurut Anton, siapa saja yang terlibat terkait ledakan di jantung Ibu Kota itu masih sedang didalami oleh pihak kepolisian.
"Siapa saja yang berkomunikasi itu masih kita dalami makanya kita bon (pinjam) empat orang dari Tangerang dan satu dari Nusakambangan, dan ini masih dalam pengembangan," bebernya.
Namun kata Anton, hingga saat ini petugas belum menemukan keterkaitan kasus bom Sarinah dengan Abu Bakar Ba'asyir ataupun Aman Abdurrahman.
"Kita belum tahu masih pemeriksaan, semuanya akan kita perdalam, selidiki tentu saja jaringan komunikasinya," tutup jenderal bintang dua ini.
(Fahmi Firdaus )