BANDUNG - Polisi mengungkap sindikat penjualan organ tubuh belum lama ini. Bareskrim Mabes Polri, dalam kasus ini menciduk tiga pelaku berinisial AG, DD dan HR, yang merupakan calo penjualan organ.
Salah satu warga yang pernah menjual ginjalnya pada AG adalah Edi Midun (39). Warga Kampung Pangkalan RT1/RW5 Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung itu menjual ginjalnya pada 2014.
Edi yang saat itu tengah terlilit hutang, ditawari jalan keluar oleh AG, yakni menjadi pendonor ginjal. Setelah berpikir panjang, Edi akhirnya menerima tawaran tersebut. "Akhirnya Oktober saya memutuskan untuk berani menjual ginjal saya," ungkapnya, Jumat (29/1/16).
Belakangan terungkap, Edi ternyata bukan satu-satunya warga Kecamatan Majalaya yang menjual ginjal. Warga kampung lainnya di kecamatan itu melakukan hal serupa. Calonya tetap sama, yakni AG alias Amang.
"Banyak sekali. Yang saya tahu keluarganya Amang ada juga. Belum kampung di sini. Belum yang di Kota Bandung, di Garut. Ada 50 orang mungkin. Tapi di kampung sini juga banyak," terangnya.
Sama dengan Edi, Ivan Sopyan (18) juga mengakui bahwa salah satu ginjalnya telah didonorkan ke pihak ketiga lewat tangan Amang. Persoalan ekonomi juga yang menjadi pemicu ayah beranak satu itu berbuat nekat.
"Saya donor pas Agustus 2015 kemarin. Selain saya ada beberapa warga sini yang turut mendonorkan ginjalnya," ungkap Ivan, warga Kampung Pangkalan RT 01/05 Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
(Risna Nur Rahayu)