“Dia adalah seorang homoseksual aktif dari masa mudanya yang mungkin mempengaruhi kepercayaannya. Tapi homoseksualitasnya tidak mempengaruhi pernikahannya. Biasanya kita melihat sindrom couvade terjadi pada seseorang yang akan menjadi seorang ayah yang mengalami gejala kehamilan saat pasangan mereka hamil,” jelas Dr Suresh.
Dokter juga tidak mendeteksi adanya kelainan identitas gender, gender dysphoria, halusinasi, depresi, atau rasa gelisah dalam masa pengobatan dan berbagai hasil tes menyatakan pria itu normal.
“Pasien melakukan konseling dan meminum rispedone. Delusinya berhasil sembuh karena pengobatan medis,” lanjut Suresh. Dia menambahkan, setelah melakukan beberapa kali konseling, pria itu akhirnya berhenti melakukan aktivitas hubungan homoseksual.
“Kini pasien tengah dalam pemulihan dan kami memantau perkembangannya melalui pemeriksaan rutin,” pangkasnya.
(Rahman Asmardika)