Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia bila dilihat dari jumlah penduduk dan luas wilayahnya. Memiliki luas 1.919.440 kilometer persegi dengan terdiri dari 34 provinsi dan lebih dari 200 juta penduduk menempatkan Indonesia di urutan ke-15 sebagai negara terluas sejagat raya.
Sebelum menjadi negara seperti sekarang ini, bumi nusantara dulu tersebar banyak sekali kerajaan kuno. Hingga akhirnya lahirlah sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terdapat tiga tokoh besar yang berpengaruh terhadap penyatuan negara berjuluk zamrud khatulistiwa ini. Berikut ulasannya seperti dilansir dari boombastis.com.
Raja Wisnu
Keberadaan Kerajaan Sriwijaya turut berperan besar dalam menyatukan bumi nusantara. Adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang merupakan maharaja Sriwijaya pertama dan dianggap sebagai pendiri kerajaan tersohor di tanah Sumatera itu.
Sejarah mencatat, Kerajaan Sriwijaya berhasil menaklukkan Jambi, Palembang, Selatan Lampung, Pulau Bangka, dan bahkan melancarkan invasinya hingga ke Pulau Jawa. Invasi Sriwijaya ini yang disinyalir menjadi penyebab runtuhnya Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat.
Pada masa kepemimpinan Raja Wisnu, wilayah kekuasaan Sriwijaya terus meluas hingga mencakup semenanjung Malaya, Thailand dan Kamboja. Dengan kekuasaan yang luas itu lantas membuat Kerajaan Sriwijaya yang dipimpin Raja Wisnu dianggap berperan besar dalam menyatukan nusantara.
Patih Gajah Mada
Patih Gajah Mada adalah seorang patih Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Kala itu, Kerajaan Majapahit berhasil mencapai era keemasannya. Di mana wilayah kekuasaan Majapahit menjadi sangat luas, bahkan melebihi luas wilayah NKRI saat ini.
Saat diangkat menjadi seorang patih, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang tercatat dalam Kitab Pararaton. Sumpah Palapa ini kemudian disebut sebagai sumpah untuk menyatukan bumi nusantara. Dalam upaya mempersatukan nusantara, Patih Gajah Mada didukung beberapa tokoh, di antaranya Adityawarman dan Laksamana Nala.
Adapun Sumpah Palapa yang diucap Patih Gajah Mada berbunyi:
“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa,'
Artinya:
“Gajah Mada sang Maha Patih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik (Singapura), aku takkan mencicipi palapa,”
Palapa dalam sumpah tersebut diartikan sebagai rempah-rempah atau rempah kehidupan yang berarti Patih Gajah Mada tidak akan menikmati kehidupan dunia sebelum sumpahnya itu terwujud.
Soekarno
Siapapun pasti mengenal Soekarno. Ya, Presiden pertama Indonesia itu juga dianggap sebagai sosok yang berhasil menyatukan nusantara. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur itu punya peranan penting dalam upayanya merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Soekarno yang dikenal sebagai orator ulung itu memiliki kemampuan memimpin masyarakat sekaligus membangkitkan semangat para pejuang bangsa Indonesia. Sehingga, sepak terjangnya sangat disegani pihak Belanda.
Ia didampingi Wapres saat itu, Mohammad Hatta dengan lantang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. Pria yang akrab dipanggil Bung Karno itu juga menjadi pencetus konsep Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.