MEDAN - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) masih memeriksa penyebab matinya bayi Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Medan Zoo, Kota Medan, Sumatera Utara.
Kepala Urusan Kesehatan Hewan dan Konservasi Medan Zoo, drh Sucitrawan menyimpulkan ada tiga kemungkinan penyebab matinya bayi harimauyang masih berumur delapan hari tersebut.
"Bayi harimau ini lahir prematur. Dia lahir pada usia kandungan sekira 60 hingga 70 hari. Normalnya bayi harimau sumatera lahir pada usia kandungan sekira 115 hari," jelas Sucitrawan di Medan Zoo, Minggu (28/2/2016).
Untuk berat badan bayi harimau yang mati tersebut sekira 7 ons pada saat pertama lahir. Sedangkan untuk bayi harimau sumatera normal berat badannya sekira 1.1 kilogram.
Lemahnya tubuh bayi harimau sumatera juga bisa disebebkan karena umur induk harimau yang sudah tua. Induk betina bernama Si Manis dan induk jantan bernama Anhar, keduanya masing-masing berumur 18 tahun. Normalnya, umur hidup harimau sumatera sekira 17 hingga 18 tahun.