Mitos-Mitos Gerhana Matahari Total di Dunia

Silviana Dharma, Jurnalis
Rabu 09 Maret 2016 06:00 WIB
Mitos-mitos gerhana matahari total di dunia.
Share :

Di India juga ada kepercayaan serupa yang lebih ekstrim. Orang Hindu di India percaya bahwa peristiwa hilangnya matahari pada masa terbitnya dapat mencemari air dan makanan. Oleh karena itu, mereka menolak makan dan minum selama gerhana menyelimuti negerinya. Orang-orang dilarang keluar rumah dan menengok ke arah matahari karena akan tersedot pikirannya ke alam gaib. Para perempuan juga dipaksa menghentikan pekerjaan memotong di dapur, sebab dapat membuat tangan mereka teriris pisau.

Menurut kepercayaan Hindu, peristiwa gerhana bermula dari Iblis bernama Rahu dan Ketu, yang menyamar jadi Tuhan guna mencuri minuman abadi atau eliksir. Matahari dan bulan mengetahui niat jahat mereka dan melaporkannya kepada Dewa Wisnu.

Foto: Rahu (time and date)

Keduanya dihukum penggal oleh sang dewa. Namun, agak terlambat karena Rahu sudah meminumnya dan cairan itu sudah sampai di kerongkongan. Akibatnya kepala Rahu menjadi imortal, meskipun tubuhnya mati.

Dikisahkan kepala Rahu terus berkelana mengarungi angkasa. Ia mengejar matahari dan bulan dengan penuh kebencian. Suatu kali ia berhasil melahap matahari. Namun karena lehernya bolong, Matahari dengan mudah meloloskan diri. Itulah mengapa gerhana hanya terjadi sebentar saja.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya