“Jika mereka terus melakukan pendekatan seperti ini, tidak ada alasan bagi mereka untuk datang lagi ke Jenewa,” ujar Muallem.
Sebelumnya, antara pemerintah dan Higher Negotiation Commitee (HNC) telah bersepakat untuk berpartisipasi dalam perundingan damai tidak langsung tahap pertama di Jenewa.
Meski demikian, perundingan tahap akhir pada Januari yang dimediasi PBB di kota Swiss akhirnya gagal.
Mistura menyampaikan, pembicaraan soal pilpres Suriah yang dimaksud PBB mencakup formasi pemerintahan yang baru, perubahan konstitusi, serta pemilihan parlemen dan presiden yang akan diawasi PBB dalam 18 bulan ke depan.
(Silviana Dharma)