MEDAN - Seorang wartawan surat kabar Medan, Harian Orbit, bernama Amri mendatangi Polresta Medan. Dia datang ke kantor polisi untuk melaporkan ancaman pembunuhan yang diterimanya saat melakukan liputan investigasi di Kompleks MMTC Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Sumatera Utara.
Informasi yang dihimpun, Sabtu (19/3/2016), kejadian bermula saat Amri beserta dua rekannya mendatangi lokasi. Mereka di sana berencana meminta konfirmasi pemilik gudang yang diduga memiliki usaha barang impor ilegal.
Namun sayang, setelah beberapa waktu berada di lokasi, korban langsung dihadapkan dengan beberapa petugas sekuriti gudang dan diintimidasi. Bahkan mereka diancam bunuh di lokasi.
“Kami diancam bunuh. Petugas sekuriti mengatakan, ‘Kalau kami tidak pergi, akan ditembak perut kami’," ujar Amri kepada wartawan saat membuat laporan di Polresta Medan, Sabtu (19/3/2016).
Tak hanya itu, Amri mengaku bahwa dia sempat dicekik seorang petugas. Sementara kameranya dirampas dan diancam akan dihancurkan. Beruntung ada salah satu petugas securiti meredam teman-temannya sehingga korban bisa keluar dari lokasi.
"Mereka disuruh pemilik gudang untuk mengintimidasi kami. Karena tampak pemiliknya menelefon orang lain, kemudian enam petugas sekuriti datang mengancam kami," tuturnya.
Tak terima dengan perbuatan tersebut, korban akhirnya mendatangi Polresta Medan untuk membuat laporan.
Korban yang tampak ditemani Pemimpin Redaksi Harian Orbit, Yudhistira Adi Nugraha, resmi membuat laporan dan laporan mereka tertuang di Nomor STTLP/698/K/III/2016/SPKT Resta Medan.
(Erha Aprili Ramadhoni)