JAKARTA - Terduga teroris Siyono tewas setelah dicokok Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri.
Kapolri Jenderal Pol Badrodin mengatakan, Suyono adalah teroris yang berperan sebagai Panglima Perang Kelompok Neo Jamaah Islamiyah.
"Beneranlah (teroris). Dia kan masih kelompok JI (Jamaah Islamiah) yang lama," ujar Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Badrodin menambahkan, selain sebagai Panglima Perang Kelompok Neo Jamaah Islamiyah, Siyono juga memiliki senjata api secara ilegal. Apalagi dia juga bisa merakit atau memproduksi senjata api.
"(Keterlibatan Siyono) dia simpan senjata. (Dia juga memproduksi senjata) ya terkaitlah," katanya.
Sebelumnya, Siyono, warga Cawas, Klaten, yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, pada Selasa 8 Maret 2016 lalu, dia meninggal dunia saat dibawa polisi.
Menurut keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto, Siyono meninggal dunia setelah perkelahian melawan polisi dan meninggal dunia di rumah sakit Bhayangkara Yogyakarta.
Agus mengatakan, Siyono sebelumnya dibawa polisi untuk mencari senjata api yang diduga milik Siyono, namun menurut keterangannya, sudah diserahkan kepada orang lain. Saat pencarian penerima senjata api itu, Siyono, kata Agus, melawan polisi. Tapi dalam perkelahian di mobil, Siyono kelelahan dan lemas. Dia pun dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.
(Awaludin)