Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan Kalbar, Gatot Rudiyono, mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung perkembangbiakan ikan red arwana yang menjadi ikon Kalbar sehingga dapat menjaga lingkungan dengan baik.
"Kita terkendala dengan adanya kegiatan yang menimbulkan adanya pestisida dan mercuri di Sungai Kapuas yang berpengaruh terhadap hasil produksi ikan red arwana," ujarnya.
Ia berharap pemerintah, termasuk pihak terkait, dapat bertindak tegas mengenai pencemaran yang menyebabkan turunnya hasil produksi ikan red arwana.
"Tentu masyarakat dan pihak terkait harus memahami terlebih dahulu dampak dari tercemarnya Sungai Kapuas. Salah satunya kerugian akan produksi ikan arwana. Tindakan tegas perlu dilakukan agar Kalbar dapat terus mengembangbiakkan arwana hingga seluruh dunia," paparnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)