Dituding Nistakan Agama, Bupati Purwakarta Ditolak di Cirebon

Erika Lia, Jurnalis
Rabu 13 April 2016 19:25 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (Foto: Okezone)
Share :

CIREBON - Kedatangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke Kota Cirebon ditolak sejumlah kaum ulama lantaran dianggap telah menistakan agama. Bahkan, Dedi pun dilaporkan ke Polda Jabar atas tuduhan tersebut.

Kedatangan Dedi ke Cirebon sendiri dalam rangka sebuah acara di Keraton Kanoman bertajuk Lesehan Nada Dzikir Cinta Kasih. Acara yang digelar Rabu (13/4/2016) malam diagendakan menghadirkan pula musisi Charly Van Houten, jebolan ST-12 Band.

Siang kemarin, sejumlah ulama dari ormas berbeda, salah satunya Front Pembela Islam (FPI) Cirebon, mendatangi Keraton Kanoman untuk menyatakan penolakannya atas rencana kedatangan Dedi. Dedi dianggap telah menistakan agama Islam dan telah dilaporkan ke Polda Jabar.

(Baca juga: Bupati Purwakarta Dipolisikan)

"Kami keberatan adanya Bupati Purwakarta karena telah menistakan Islam. Semua alim ulama se-Jabar telah melaporkan Dedi ke Polda Jabar dan tengah diproses," ujar Koordinator Wilayah FPI Cirebon, Dede Iwan, Selasa 12 April 2016.

Dia menjelaskan, penistaan agama yang telah dilakukan Dedi di antaranya mengganti ucapan salam Islam dari "Assalamualaikum" menjadi "sampurasun". Selain itu, Dedi dianggap keterlaluan karena mengganti doa "Bismillahirrahmannirrahiim" dengan "sambat Prabu Siliwangi" saat hendak masuk pintu Tol Cipali.

Dedi juga dituding telah menikahi salah satu sosok mitos Nyi Roro Kidul. Karenanya, lanjut Dede, mereka menolak dan akan mencegah kehadiran Dedi di Cirebon. "Kami tak menolak acaranya (Lesehan Nada Dzikir Cinta Kasih), hanya menolak Dedi. Kami telah sampaikan ke kepolisian," tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya