"Ini masih terus bertambah. Data masih masuk, kita sampai sediakan petugas 12 orang yang bertugas meng-upload data ke server pusat. Pekerjaan ini kita lakukan 24 jam penuh. Kalau malam gini lumayan cepet kirim datanya," tandasnya.
Kampanye besar-besaran yang digelar polisi itu, menyusul perintah Presiden Joko Widodo untuk memerangi narkoba. Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi dua lembaga yang berada di lini depan dalam pemberantasan barang haram itu.
"Tak hanya kampanye tapi kita juga melakukan penegakan hukum dengan menangkap pelaku narkoba. Kalau dilihat sementara, kampanye antinarkoba yang dilakukan Polres Demak menempati peringkat enam di Jateng. Lha kalau Polda Jateng, pada urutan pertama tingkat nasional (kampanye antinarkoba)," tutupnya.
(Abu Sahma Pane)