RIYADH – Ada yang ganjil dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Arab Saudi. Ketika melangkah turun dari pesawat khusus kepresidenannya di Bandara Internasional King Khalid, penguasa Kerajaan Arab Saudi Raja Salman tidak tampak di mana pun.
Kehadirannya tetap disambut keluarga kerajaan, namun oleh pejabat yang pangkatnya lebih rendah, yakni Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar Al Saud.
Dilansir dari Independent, Kamis (21/4/2016), pada saat yang sama dengan tibanya Obama, televisi lokal malah menayangkan Raja Salman tengah menyambut hangat tamu kenegaraan lain dari sesama negara teluk. Padahal tamu yang dimaksud adalah petinggi negara setingkat pejabat senior, bukan kepala negara maupun kepala pemerintahan.
“Keputusan Raja Saudi untuk tidak menyambut tamu negara yang pangkatnya lebih tinggi jelas sangat tidak biasa dan menyiratkan pesan bahwa mereka hanya memiliki sedikit kepercayaan pada Obama,” ujar pengamat keamanan dari Pusat Penelitian Negara Teluk Arab, Mustafa Alani.
Pada akhirnya, Obama memang mengadakan pertemuan empat mata dengan Raja Salman, sesuai yang dijadwalkan. Ia juga berpartisipasi dalam KTT Negara Teluk Arab, yang dihadiri pula oleh Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman dan Bahrain. Namun insiden ini, secara tidak langsung menunjukkan bahwa Saudi ngambek atau menampilkan ketidaksukaan yang jelas terhadap Negeri Paman Sam.