“Ada ketidakpercayaan yang sangat besar di sini. Saudi selalu berbeda pendapat dengan presiden-presiden AS sebelumnya. Jadi kali ini, ia juga merasa presiden yang datang tidak akan membawa (pesan) apapun (yang ingin didengar Saudi),” tandas Alani.
(Baca juga: Kisruh Dokumen 9/11, Obama Kunjungi Arab Saudi)
Hubungan antara negeri adidaya dan Negeri Petro Dollar Arab memang tengah berada di ambang kekisruhan. Saudi marah dengan tuduhan Pentagon bahwa Kerajaan Saudi terlibat dalam pendanaan jaringan teroris. Kongres AS bahkan kian mendesak pemerintahan Obama untuk membuka dokumen serangan teror ke World Trade Center (WTC) di New York pada 11 September 2001.
(Baca juga: Obama Didesak Buka Dokumen yang Hubungkan Saudi dengan 9/11)
Seperti diketahui, sebanyak 15 dari 19 pembajak pesawat yang menabrak WTC merupakan warga negara Arab Saudi. Terkait hal tersebut, AS selama ini kesulitan meminta pertanggungjawaban Arab Saudi karena keluarga kerajaan memiliki kekebalan hukum.
Jika kongres bersikeras mengesahkan UU yang dapat menuntut Saudi sebagai pihak yang bersalah atas peristiwa 9/11, maka Menteri Luar Negeri Saudi, Ade al Jubeir menegaskan, negaranya tidak akan segan-segan menjual aset AS bernilai miliaran dolar.
(Silviana Dharma)