KUNDUZ – Senjata makan tuan. Demikian yang terjadi dengan delapan militan Taliban di Provinsi Kunduz, Afghanistan. Maksud hati hendak menyerang area padat penduduk dengan bom, mereka malah tewas akibat kesalahan rekannya.
Delapan orang tersebut diduga sebagai anggota dari sel Taliban di bawah komando pemimpin lokal, Mullah Walli. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut sel tersebut dipersiapkan oleh Walli untuk melakukan serangan teror di Kunduz.
Sayangnya, seperti dimuat Russia Today, Rabu (27/4/2016), salah satu sabuk bom bunuh diri meledak di tempat persembunyian mereka di Desa Nahar Kohna, Kunduz. Satu ledakan sabuk itu memicu ledakan sabuk bom lainnya hingga menewaskan kedelapan militan tersebut.
Serangan kelompok Taliban di Kunduz meningkat setelah kelompok militan itu mengumumkan peningkatan serangan mereka di Afghanistan pada awal April.
Pada 2015, Taliban berhasil mengambil alih Provinsi Kunduz yang merupakan kota terbesar kelima di Afghanistan. Kunduz merupakan area padat penduduk pertama yang jatuh ke tangan Taliban sejak invasi Amerika Serikat pada 2001.
(Wikanto Arungbudoyo)