Sosok Ghalib, Mantan Jaksa Agung Pengusut Kasus Soeharto

Salman Mardira, Jurnalis
Senin 09 Mei 2016 11:07 WIB
Letjen (Purn) Andi Muhammad Ghalib (blogspot)
Share :

JAKARTA – Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Letjen (Purn) Andi Muhammad Ghalib, meninggal dunia pada hari ini, Senin 9 Mei 2016.

Pria kelahiran Desa Kadju, Kecamatan Sibulu’e, Bone, Sulawesi Selatan, 3 Juni 1946, itu merupakan seorang negarawan sejati. Mengawali karir dari militer, Ghalib terjun ke dunia politik. Sepanjang hayat ia bertabur prestasi.

“Almarhum sosok yang berhasil bermetamorfosa dari anggota TNI menjadi kader PPP sejati dia juga dedikatif atas seluruh penugasannya. Selamat jalan Puang Andi,” ujar Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

Informasi dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, Ghalib kecil memulai pendidikan di sekolah rakyat (SR) di Bone. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA dalam kurun empat tahun karena termasuk siswa berprestasi.

Setelah kuliah setahun di IKIP (sekarang Universitas Negeri Makassar), ia kemudian masuk wajib militer untuk persiapan konfrontasi ganyang Malaysia kala itu. Ghalib menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Jakarta serta strata 2 di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung, kemudian lanjut ke Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Karier kemiliteran dan politik Ghalib terbilang mentereng. Ia pernah menjabat sebagai Atase Pertahanan RI di Singapura, Asisten Pribadi Jenderal LB Moerdani, dan Oditur Militer ABRI.

Baca: Andi Muhammad Ghalib Meninggal Dunia)

Namanya kian melambung saat Presiden BJ Habibie menunjuknya sebagai Jaksa Agung RI pada 1998–1999. Suhu politik Indonesia kala itu sangat tegang, tuntutan reformasi berembus kencang setelah runtuhnya rezim Orde Baru yang berkalang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ghalib pun mulai mengusut kebobrokan Orba, termasuk KKN yang melibatkan mantan Presiden Soeharto. Ini langkah berani, mengingat Soeharto adalah pemimpin “bertangan besi”. Namun, pengusutan itu terhenti dengan alasan minim bukti.

Di tengah upaya mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi, Ghalib diterpa isu suap meski belakangan menyangkal keras. Kariernya sebagai jaksa ikut terhenti.

Setelah tak menjabat jaksa agung, Ghalib dipercaya menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan hingga 2003. Ia juga pernah menjabat Pj Wali Kota Makassar.

Ghalib kemudian bergabung dengan PPP, menjadi anggota majelis pertimbangan partai. Ia kemudian menjadi anggota DPR RI periode 2004–2009. Namun pada 2007, Ghalib ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk India.

Enam tahun kemudian, ia kembali ke Tanah Air. Ghalib kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019.

Tetapi, takdir berkata lain. Dedikasinya untuk negeri ini harus berakhir. Andi Muhammad Ghalib telah dipanggil Yang Maha Kuasa pada hari ini.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya