"Mayoritas anak di usia SMP yang masih mencari jati diri termasuk kasus pelecehan seksual," ucapnya.
Motif dari pelecehan seksual itu, lanjutnya, berawal dari pacaran, kemudian termakan bujuk rayu hingga melakukan persetubuhan yang seharusnya dilakukan layaknya pasangan suami-istri. Berbagai faktor yang melatar belakanginya seperti pergaulan, ekonomi dan teknologi.
Pihaknya pun melakukan upaya pendampingan korban dan penyuluhan di panti-panti sosial yang biasa korban pelecehan seksual tersebut mengalami trauma dan harus dilakukan rehabilitasi.
"Kami mengimbau kepada orangtua dan guru agar selalu melakukan pengawasan ekstra terhadap anak-anaknya untuk membantu kerja kami," tuturnya.
(Fiddy Anggriawan )