Pasalnya dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, Trump justru menyanjung Putin setinggi-tingginya dan malah, berpotensi bisa menyambungkan tali persahabatan erat antara AS dan Negeri Beruang Merah.
Dari pemikiran itulah, muncul sebuah sensasi di sebuah jalanan Vilnius, Ibu Kota Lithuania, di mana terdapat gambar grafiti sosok Putin tengah ciuman dengan mesranya dengan Trump.
Mural yang dibuat seorang pemilik restoran, Dominykas Ceckauskas ini, seolah menyerupai pose serupa antara pemimpin Uni Soviet, Leonid Brezhnev yang mencium Presiden Jerman Timur, Erich Honecker pada 1979 lalu yang terdapat di Tembok Berlin.
“Sepertinya kita akan mengalami Perang Dingin yang baru dan Amerika mungkin akan punya presiden yang mencari pertemanan dengan Rusia,” sebut Ceckauskas.
“Kami melihat kesamaan antara dua ‘pahlawan’ (Trump dan Putin). Mereka berdua punya ego yang besar dan menyenangkan jika melihat mereka bisa akur,” sambungnya, dikutip Art Daily, Sabtu (14/5/2016).
Sementara pengamat politik dari Institut Hubungan Internasional dan Ilmu politik di Vilnius, Profesor Kestutis Girnius, melihat grafiti ciuman antara Putin dan Trump itu sebagai deskripsi atas ketakutan publik Lithuania, atas sikap Trump terhadap Putin dan NATO.
“Trump dengan bangga pernah menyatakan bahwa Putin adalah pemimpin yang tangguh dan NATO adalah (lembaga) using, serta boros,” timpal Girnius.
“Grafiti di Vilnius ini mengekspresikan ketakutan beberapa pihak di Lithuaniua, bahwa Trump sepertinya akan jadi penjilat Putin dan tidak akan peduli pada kekhawatiran akan keamanan Lithuania,” tuntasnya.
(Randy Wirayudha)