JAKARTA - Berbagai cara terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa menghadirkan pegawai Mahkamah Agung (MA), Royani yang juga ajudan Sekretaris MA, Nurhadi Abdurachman.
Salah satu langkahnya, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menemui Ketua MA Hatta Ali semalam, Kamis 19 Mei 2016. Namun, Agus enggan membeberkan apa yang dibicarakan semalam oleh koleganya itu dengan Hatta Ali.
"Kita sedang mencari sopirnya (Nurhadi). Koordinasi, tadi malam Pak Syarif ketemu Ketua MA tanpa sepengetahuan anda," kata Agus di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016).
Nurhadi sendiri hari ini dijadwalkan diperiksa penyidik lembaga antirasuah terkait pengusutan kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, sampai siang ini, Nurhadi belum menunjukkan batang hidungnya.
Sementara itu, Royani yang juga sopir Nurhadi sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan lembaga antirasuah. Bahkan, hingga saat ini Royani belum diketahui dimana rimbanya. KPK menduga Royani disembunyikan oleh Nurhadi lantaran tahu banyak soal kasus ini.
Nurhadi sendiri telah diminta KPK untuk dicegah berpergian ke luar negeri dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Tak hanya itu, kantornya di MA dan kediamannya telah digeledah KPK. Dari penggeledahan itu, ditemukan uang sebesar Rp1,7 miliar dengan pecahan yang berbeda.