Musik Rohani Diselundupkan ke Korut untuk Sadarkan Warganya

Silviana Dharma, Jurnalis
Senin 30 Mei 2016 18:01 WIB
Jung Gwang-il. (Foto: dok. Oslo Freedom Forum)
Share :

OSLO – Banyak pihak menaruh perhatian khusus terhadap warga negara Korea Utara (Korut) yang hidup terkekang di bawah doktrinasi dan kediktatoran Dinasti Kim sejak memisahkan diri dari Korea Selatan. Kampanye dan propaganda dilakukan untuk menyadarkan mereka dari loyalitas yang dianggap dunia internasional tidak layak diberikan kepada kepala negara itu.

Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari menerbangkan balon raksasa hingga memasang musik k-pop keras-keras demi menarik perhatian warga Korut.

Kali ini, diwartakan The Guardian, Senin (30/5/2016), seorang mantan tahanan politik Korut, Jung Gwang-il mengupayakan pengaruhnya dengan cara yang terbilang lebih kreatif. Melalui jaringannya di sepanjang perbatasan China dan Korut, ia menyelundupkan musik rohani bermuatan ajaran Kristen secara diam-diam dengan USD dan SD Cards.

“Di Korut, tidak ada konsep cinta yang sebenarnya. Mereka (rakyat Korut) hanya mengenal cinta dalam arti loyalitas dan cinta kepada rezim serta pemimpin tertinggi mereka. Kami melakukan ini (menyelundupkan musik rohani) untuk menunjukkan bahwa di luar sana, orang-orang mempercayai apa pun yang mereka inginkan,” cetus pria yang sudah merekam 32 lagu rohani itu.

Untuk menyebarkan pesan cinta kasih yang sesungguhnya itu, pertaruhan Jung dan kawan-kawan di No Chain, organisasi penyelundup informasi ke Korut yang didirikan sejak 2013, terbilang besar. Jika ketahuan dan tertangkap, ancamannya tak lain adalah eksekusi mati di depan umum.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya