Warna biasanya adalah hal pertama yang dipertimbangkan pembeli. Giok identik dengan warna hijau, dan lindapan zamrud cerah dari warna itu masih anggap tinggi nilainya.
Bagaimanapun ada bermacam-macam varian warna giok, mulai dari biru hingga putih 'es', yang nilainya meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Kalangan pembeli juga mengincar ukuran, bentuk, transparansi, tekstur, dan kekriyaannya atau dikerjakan secara tangan.
Gelang giok, misalnya, seringkali menjadi investasi bagus karena hanya bisa dibuat dengan bahan berkualitas tinggi, menurut Wong.
Dan seperti barang-barang lain, semakin tinggi kualitas maka nilainya pun semakin tinggi pula harganya.
Dibanding Zamrud dan Rubi
Dengan giok, data penjualan lewat lelang sering kali menjadi indikator harga. Giok tunggal paling mahal yang pernah dijual adalah Kalung Hutton-Mdivani. Perhiasan itu dimiliki oleh ahli waris jaringan toko Woolworth, Barbara Hutton.
Terbuat dari 27 manik-manik jadeite warna hijau zamrud cerah dengan dengan pengancing permata an rubi, kalung itu dijual dengan harga USD27,4juta (setara dengan Rp636 miliar) dalam lelang tahun 2014, lebih dari enam kali dibanding dalam lelang 20 tahun sebelumnya.
Tetapi jika giok berkualitas tinggi tampak terlalu mewah, terdapat aktivitas kriminal di industri ini, yang diperkirakan mencapai US$8 miliar.
Jadeite berasal dari Myanmar, dan muncul kekhawatiran serius mengenai hak-hak buruh dan hak asasi manusia di industri pertambangan di sana. Kondisinya begitu buruknya sehingga Amerika Serikat tetap memberlakukan sanksi-sanksi terkait industri giok meskipun sebagian besar sanksi ekonomi sudah dicabut.