“Untuk sementara, baru ada lima negara yang bisa kami pastikan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Wapres JK dan Wamenlu Fachir. Antara lain, Belanda, Myanmar, Ceko, Estonia, dan Jepang,” papar juru bicara Kemenlu RI Armanatha Nasir dalam konferensi pers di Kemenlu, Jakarta pada Kamis (14/7/2016).
Jumlah negara ini masih dimungkinkan bertambah, karena hingga saat ini belum didapat kepastian mengenai negara-negara mana saja yang pasti akan hadir dalam pertemuan tersebut. Biasanya, setelah sampai di lokasi tujuan, pihak penyelenggara baru bisa memastikan soal jumlah negara yang hadir.
Sepanjang 20 tahun bergabung dengan forum informal dua benua ini, Indonesia telah berkontribusi aktif membangun konektivitas antara Asia dan Eropa. Sebagai contoh, Indonesia pernah menjadi tuan rumah KTT Kementerian Budaya Asia Eropa kelima pada 18-19 September 2012 di Yogyakarta.
Sejak 2013, Indonesia juga telah dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris Pendidikan ASEM hingga 2017. Selain itu, Jamrud Khatulistiwa selalu aktif mengikuti program pengembangan kurikulum gabungan yang dipelopori ASEM.
KTT ASEM kali ini diadakan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-20 dengan mengambil tema ‘20th years of ASEM: Partnership for The Future through Connectivity’. KTT ASEM terakhir digelar pada 2014 dan bertempat di Milan, Italia.
(Silviana Dharma)