JAKARTA – Ada dua deklarasi utama yang akan dihasilkan dari Konferensi Tingkat Tinggi Asia Eropa (ASEM) ke-11 di Ulan Bator, Mongolia pada 15-16 Juli 2016. Demikian yang disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Armanatha Nasir dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (14/7/2016).
“Yang pertama adalah Deklarasi Ulan Bator. Memuat penguatan kerjasama-kerjasama ASEM yang sudah disepakati selama ini. Kita juga akan mendorong pembentukan ASEM Center untuk menjaga performance ASEM ke depannya,” terang diplomat yang akrab disapa Tata itu.
Kedua, yang tak kalah penting ialah pernyataan bersama 51 negara ASEM plus dua lembaga regional, yakni Sekretariat ASEAN dan Komisi Uni Eropa, terkait isu-isu global yang tengah berkembang dan menjadi tantangan, serta perhatian negara-negara anggota.
“Isu-isu global yang dimaksud, antara lain perubahan iklim, kolektivitas perdagangan, industri, joint curriculum development, terorisme, dan isu-isu lain yang tengah terjadi di luar sana,” paparnya.
Sementara itu, Tata menjelaskan dari sekian banyak isu dan agenda kepentingan yang dibawa masing-masing negara anggota ASEM, Indonesia akan memfokuskan pembahasan pada beberapa hal saja.
Antara lain, upaya mendorong aktivasi kembali kerja sama di ASEM serta restreaming kegiatan apa saja yang sudah dicapai ASEM. Terkait konektivitas, Indonesia diwakili Wapres JK dan Wamenlu A M. Fachir akan mendorong kerja sama ekonomi, pendidikan, serta preferensi terhadap hubungan yang komprehensif dan inklusif di kawasan kedua benua.