VIENTIANE – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi tiba di Vientiane, Laos pada Minggu 24 Juli 2016 untuk menghadiri ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-49. Negeri Tirai Bambu memang bukan termasuk anggota ASEAN, tetapi berstatus sebagai mitra wicara.
Mitra wicara ASEAN lainnya yakni Jepang juga akan diwakili oleh Menlu Fumio Kishida. Belum jelas apakah Yi dan Kishida akan bertemu di sela-sela AMM. Namun, Yi dikabarkan berang akibat komentar Kishida yang akan membawa isu sengketa Laut China Selatan (LCS) jika bertemu koleganya itu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang menyatakan Jepang bukanlah salah satu negara yang terlibat dalam sengketa LCS sehingga tidak perlu menyampaikan keprihatinan atau perhatian mereka.
“Kami mendesak Jepang untuk tidak memanaskan serta ikut campur dalam masalah Laut China Selatan. Jepang tidak terlibat dalam sengketa. Jepang seharusnya malu dengan sejarah memalukan mereka sehingga tidak tepat untuk berkomentar mengenai China,” ujar Lu Kang sepeti dimuat dalam situs Kemlu China, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Senin (25/7/2016).
Beijing dan Tokyo memang terlibat dalam sengketa wilayah, tetapi itu bukan terjadi di LCS, melainkan di Laut China Timur. Kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu saling berebut Kepulauan Senkaku (Jepang) atau Diaoyu (China) di Laut China Timur.
(Baca juga: Monitor Laut China Timur, Jepang Pasang Stasiun Radar)
(Wikanto Arungbudoyo)