Kemal Pasha Ataturk, Bapak Sekularisme Republik Turki

Silviana Dharma, Jurnalis
Selasa 26 Juli 2016 09:02 WIB
Ghazi Mustafa Kemal Pasha Ataturk. (Foto: Islamic History)
Share :

Menempuh pendidikan di bidang militer, Atatürk menuai banyak kesuksesan dalam kariernya. Tercatat dia pernah ditempatkan berperang di Suriah dan membantu mempertahankan kedaulatan Palestina.

Bicara soal prestasi perang, dia juga layak dijagokan. Sebut saja di antaranya, Perang di Semenanjung Gelibolu (Gallipoli) pada 1915, yang melambungkan namanya. Jabatannya dinaikkan dari kolonel jadi Brigadir Jenderal. Atas keberhasilannya itu, dia memperoleh gelar "Pasha".

Pengaruh Atatürk pun semakin meluas. Ketika banyak pemimpin angkat tangan, pemuda kelahiran Salonika (sekarang Tesalonika di Yunani, dulu kawasan ini masih masuk teritori Ottoman Turki) itu menolak menyerah. Dia menggulingkan kekuasaan Ottoman dalam upayanya mempertahankan wilayah Turki yang terus menerus diinvasi negara asing. Saat itu, wilayah Turki tinggal sebesar sekarang.

Pada 1917 dan 1918, Atatürk dikirim ke barisan paling depan pertempuran Kaukasus untuk berperang melawan Rusia. Perang ini dimenangkan oleh pasukan di bawah komando Mustafa. Sekali lagi dia diberi posisi penting, yakni mengepalai pertempuran melawan pemberontakan Arab.

Pasca perang dunia I, posisi Turki semakin terjepit. Demi mempertahankan kedaulatan wilayah negara Eurasia itu, Mustafa lantas membangun gerakan nasional yang berujung pada perang merebut Kemerdekaan Turki, yang berpusat di Ankara.

Didukung militer dan pasokan keuangan serta senjata dari Rusia, Turki di bawah Atatürk akhirnya berhasil memukul mundur Armenia di Timur, Prancis dan Italia di selatan. Kekalahan juga didulang oleh pasukan Inggris Raya dan sekutu yang berusaha menduduki Istanbul.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya