Napak Tilas Hari Bhakti TNI AU, KSAU Terbangkan T-34 Charlie

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis
Selasa 26 Juli 2016 12:58 WIB
Harian Jogja
Share :

SLEMAN – Napak tilas ke-59 Hari Bhakti TNI AU, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna menerbangkan pesawat latih tua tipe T-34 Charlie yang bermarkas di Wing Pendidikan Terbang, Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Senin 25 Juli 2016.

Agus dalam posisi backseater sukses melakukan airborne sekira 60 menit dan mendarat bersama Letkol (Pnb) H. M. Kisha.

Pesawat Charlie dengan nomor ekor LD-3423 yang diterbangkannya merupakan pesawat yang digunakan untuk mendukung latihan Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU sejak 1979. Semasa menjabat sebagai Komandan Skuadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adisutjipto, KSAU kerap membawa pesawat ini.

Sebelum dinaiki KSAU, tubuh sang turbo mentor T-34 Charlie dimodifikasi sedemikian rupa. Termasuk ditambahi atribusi penerbang di badan kokpit sisi depan dengan tulisan nama lengkap KSAU dengan callsign Dingo-nya.

Melakukan penerbangan sejak pukul 08.30 WIB hingga 09.30 WIB, dengan posisi pesawat paling depan, KSAU dikawal enam pesawat KT-01 Woong Bee dengan membentuk huruf V.

Pengawalnya adalah anggota tim aerobatik The Jupiter serta Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Imran Baidirus. KSAU melakukan penerbangan di Aerodrome Lanud Adisutjipto, mulai dari kawasan Prambanan, Merapi hingga Borobudur Magelang.

“Suara pesawat T-34 C masih khas membawa nuansa seperti 34 silam, saat kami melakukan latihan menerbangkan pesawat,” kata KSAU, seperti dikutip dari Harian Jogja, Selasa (26/7/2016).

Baginya, T-34 Charlie sangat berkesan dan menyimpan banyak kenangan saat mengudara. Merasakan kembali langsung menerbangkan Charlie, Agus mengakui, ketangguhan pesawat ini meski telah berusia tua namun tetap masih layak terbang.

Pesawat ini telah menghasilkan ratusan penerbang militer yang memperkuat seluruh skuadron di Indonesia. Oleh karena itu, Agus menilai, penerbangannya bersama T-34 memiliki makna ketangguhan dan kekuatan dirgantara.

“Kita harus menghargai makna sejarah dan budaya dimana kekuatan dirgantara itu dilahirkan (Lanud Adisutjipto),” tuturnya.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya