Pengawalnya adalah anggota tim aerobatik The Jupiter serta Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Imran Baidirus. KSAU melakukan penerbangan di Aerodrome Lanud Adisutjipto, mulai dari kawasan Prambanan, Merapi hingga Borobudur Magelang.
“Suara pesawat T-34 C masih khas membawa nuansa seperti 34 silam, saat kami melakukan latihan menerbangkan pesawat,” kata KSAU, seperti dikutip dari Harian Jogja, Selasa (26/7/2016).
Baginya, T-34 Charlie sangat berkesan dan menyimpan banyak kenangan saat mengudara. Merasakan kembali langsung menerbangkan Charlie, Agus mengakui, ketangguhan pesawat ini meski telah berusia tua namun tetap masih layak terbang.
Pesawat ini telah menghasilkan ratusan penerbang militer yang memperkuat seluruh skuadron di Indonesia. Oleh karena itu, Agus menilai, penerbangannya bersama T-34 memiliki makna ketangguhan dan kekuatan dirgantara.
“Kita harus menghargai makna sejarah dan budaya dimana kekuatan dirgantara itu dilahirkan (Lanud Adisutjipto),” tuturnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)