"Kenapa Zulfiqar Ali? Karena informasi yang lengkap ke bapak (Habibie) hanya tetang Zulfiqar Ali. Secara lengkap berkasnya baru dia. Bapak tidak akan menyebut nama kalau tidak tahu informasi tentang orang lain. Istilahnya yang dibawa ke bapak hanya dia," tuturnya.
Namun, secara garis besar, Ima Habibie menerangkan, melalui suratnya meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan moratorium putusan hukuman mati secara keseluruhan.
"Bapak juga memohon untuk meninjau keputusan, termasuk juga menyarankan presiden untu mempertimbangkan kembali kebijakan moratorium hukuman mati. Dan posisi bapak sudah jelas mengenai penolakan ini sejak lama," katanya.
Menurut Ima, sejak surat dilayang Rabu 27 Juli 2016, pihak Istana belum memberikan respos terkait surat tersebut.
"Secara langsung ke Pak Habibie belum ada setahu saya. Tadi malam saya meninggalkan rumah bapak cukup malam sampai malam belum ada yang nelepon bapak juga. Sebetulnya Bapak Habibie tidak berharap bahwa presiden menyurati atau merespons secara langsung. Pak Habibie juga sadarlah Pak Presiden juga sibuk pastinya," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)