BENGHAZI - Sebuah bom mobil meledak di Benghazi menewaskan 23 orang dan puluhan lainnya terluka. Insiden tersebut ternyata menargetkan pasukan keamanan di timur Libya tersebut.
Dikutip dari Reuters, Rabu (3/8/2016), komandan pasukan dan pejabat medis setempat menyatakan, lokasi ledakan yaitu di kawasan pemukiman distrik Guwarsha berada di antara lokasi baku tembak pasukan keamanan Pemerintahan Libya dengan para pemberontak.
Dalam pernyataan resmi ke media, Aliansi Dewan Syura untuk Revolusi Benghazi mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi, Selasa 2 Agustus waktu setempat tersebut. Mereka mengklaim, 28 orang terbunuh dan sedikitnya 70 korban terluka.
Ini adalah bom mobil keempat di Kota Benghazi dalam sepekan. Efek ledakan Selasa lalu lebih kuat dibandingkan ledakan sebelumnya.
"Kali ini, serangan menargetkan pasukan khusus LNA," ujar salah satu Komandan Pasukan Nasional Libya (LNA), Fadel al-Hassi.
Seorang saksi mata menyatakan, kekuatan ledakan meruntuhkan gedung tiga tingkat menjadi puing-puing dan menghancurkan 10 kendaraan di sekitarnya; sebagian di antara kendaraan tersebut dilengkapi persenjataan. Empat komandan lapangan LNA dilaporkan turut menjadi korban. Sebagian jenazah tentara yang menjadi korban hingga kini masih terjebak di antara puing-puing.
Benghazi sendiri telah diliputi teror kekerasan sejak Komandan LNA Khalifa Haftar meluncurkan kampanye militer melawan Dewan Syura 2014 lalu. Tentara telah menempatkan diri di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir, namun belum mendapat kontrol penuh atas Benghazi.
(Rifa Nadia Nurfuadah)