BATAC – Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat keputusan kontroversial dengan mengizinkan jasad Ferdinand Marcos dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan di Manila. Ferdinand Marcos adalah mantan presiden yang berkuasa selama 20 tahun di Negeri Lumbung Padi. Dia kemudian dilengserkan oleh rakyat pada Revolusi 1986, karena terlibat korupsi dan pelanggaran HAM berat.
Sebelum diarak dalam upacara militer sekira bulan depan, jasad suami Imelda Marcos tersebut kini dipajang oleh keluarga di kampung halamannya di Batac. Jasadnya dimumifikasi dan dibaringkan dalam peti mati dari kaca.
(Baca juga: Duterte Izinkan Diktator Filipina Dikuburkan di Pemakaman Pahlawan)
Terkait banyaknya warga yang ingin berunjuk rasa memprotes keputusannya ini, mantan Wali Kota Davao selama 22 tahun itu menyatakan, boleh saja asal tidak menganggu iring-iringan mendiang. Pada Mei 2016, Digong - sapaan akrab Duterte - pernah menegaskan kalau pemindahan jasad Marcos ke TMP Manila bukan karena dia dianggap pahlawan. Akan tetapi, untuk menghargai jasa Marcos sebagai seorang prajurit Filipina.
Seperti diwartakan BBC, Senin (8/8/2016), juru bicara militer Filipina, Kolonel Benjamin Hao mengatakan, perwakilan keluarga Marcos sudah mengunjungi tempat penguburam di kawasan Taguig, Manila. Mereka ke sana untuk memilih lokasi pemakaman dan membuat sejumlah persiapan lainnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)