PARAÑAQUE – Diduga bermaksud kabur dari penjara, 10 narapidana penjara Parañaque di Filipina malah tewas terkena ledakan dari granat yang mereka bawa. Dua korban di antaranya berkewarganegaraan China. Mereka meninggal saat dibawa ke rumah sakit pada Kamis 11 Agustus malam waktu setempat.
Kepala Polisi Parañaque, Sersan Superintendan Jose Carumba menuturkan, kejadian bermula dari saat para tahanan mengajak bincang-bincang sipir penjara, Superintendan Gerald Bantag di kantornya. Kebanyakan dari mereka adalah tahanan kasus narkoba.
Diduga untuk mengalihkan perhatian, mereka mendiskusikan soal kepindahan sel tahanan. Tepat di tengah percakapan, seorang dari kelompok tahanan itu tiba-tiba melemparkan granat. Si sipir lantas terluka di bagian wajah dan kaki. Tetapi nyawa 10 napi itu malah tidak tertolong.
Hasil penelusuran kemudian terungkap, beberapa narapidana menyembunyikan sebuah pistol dan pisau di balik pakaiannya. “Mungkin, ketika mereka mencoba menjadikan si sipir sandera, granat yang mereka bawa meledak,” ujar Carumba, seperti disadur dari Manila Times, Jumat (12/8/2016).
Para narapidana yang menjadi korban tewas dalam insiden ini, antara lain Waren Manampen, Ronald Domdom, Rodel Domdom, Danilo Pineda, Oliver Sarreal, Jeremy Flores, Jonathan Ilas, dan warga negara China Jacky Huang dan Yonghan Cai.
Seluruh napi didakwa dalam kasus pengedaran narkoba, kecuali Joseph Villasor. Ia dibui karena kasus perampokan dan pembunuhan. Demikian juga Jonathan Ilas yang tertangkap karena melakukan kekerasan bersenjata dan merampok.
Imbas dari peristiwa ini, penjara Parañaque ditutup total dan sejumlah penjaga penjara dipecat. “Direktur kawasan telah memerintahkan penjaga penjara di sif kedua, termasuk sipir dan pejabat senior yang bertugas pada hari itu untuk memberi keterangan dan membantu proses investigasi. Posisi mereka digantikan oleh anggota Special Tactics and Response Team,” kata Inspektur Senior Xavier Solda selaku juru bicara Biro Manajemen dan Penologi Penjara.
(Silviana Dharma)