MEDAN – Korban kasus kekerasan terhadap jurnalis yang patut diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo Medan, saat meliput bentrokan antara warga dan TNI AU di Sari Rejo, Polonia, Medan, Senin 15 Agustus 2016 lalu, terus bertambah.
Setelah sebelumnya hanya disebutkan dua korban, yakni Andri Syafrin dan Array Argus, kini korban bertambah, yakni Teddy Akbari, Prayugo Utomo, dan Fajar Siddik.
Selayaknya Andri dan Array, ketiga korban baru ini juga menjadi korban penganiayaan. Mereka dihalang-halangi petugas saat akan melakukan tugas jurnalistiknya.
“Kami sempat dipukul, dihalang-halangi juga,” ujar Fajar usai membuat laporan ke Polisi Militer (POM) Lanud Soewondo, Selasa (23/8/2016).
“Tapi kami lebih beruntung dari Andri dan Array karena tak harus sampai dirawat di rumah sakit,” tambahnya.