Share

Wartawan Okezone Dianiaya Oknum Polisi, AJI Kupang Desak Penyelidikan Dilakukan Transparan

Adi Rianghepat, Okezone · Senin 13 November 2017 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 13 340 1813278 wartawan-okezone-dianiaya-oknum-polisi-aji-kupang-desak-penyelidikan-dilakukan-transparan-JSqQYn60Py.jpg

KUPANG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang mendesak aparat kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum anggota penganiaya jurnalis Okezone di Papua dilakukan secara transparan.

"Ini dilakukan demi menjaga independensi kepolisian sebagai lembaga penegak hukum dalam penegakan hukum anggotanya yang bersalah," kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang Alex Dimoe kepada Okezone di Kupang, Senin (13/11/2017), menjawab sikap organisasi jurnalis itu atas aksi main hakim sendiri yang dilakukan oknum anggota korps bhayangkara terhadap Saldi Hermanto, Sabtu 11 November malam lalu.

(Baca Juga: Astaga! Wartawan Okezone Diduga Dianiaya Oknum Kepolisian Timika)

Menurut Alex, setiap individu di negeri manapun termasuk di Indonesia dilindungi oleh undang-undang termasuk perlindungan terhadap kebebasan berekspresi dan berpendapat. Karenanya jika ada oknum siapapun yang dengan sengaja melanggar regulasi wajib hukumnya untuk diproses sesuai regulasi yang berlaku itu.

"Tanpa kecuali karena tidak ada yang kebal hukum. Semua orang sama di depan hukum," katanya.

Dalam konteks itu, bos sebuah media online di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur itu meminta transparansi penyelidikan terkait kasus ini akan memberikan keterbukaan kepada publik tentang independensi jajaran kepolisian.

"Biar masyarakat dan khalayak bisa memberi nilai tentang proses yang sedang dilakulan. Hal mana akan memberi citra positif bagi jajaran kepolisian dalam menindak oknum anggotanya sendiri," katanya.

Dengan transparansi proses yang dilakukan maka tentu akan memberi pelajaran agar tindakan kesewenangan aparat tidak lagi terjadi apalagi dialami oleh para jurnalis yang adalah bagian dari salah satu profesi pilar demokrasi di negeri ini.

(Baca Juga: Wartawan Okezone Dianiaya Polisi, Puluhan Jurnalis Timika Gelar Aksi Damai)

Seperti diketahui, jurnalis Okezone Saldi Hermanto dikeroyok pada Sabtu 11 November malam sekitar pukul 22.50 WIT oleh sekelompok aparat kepolisian. Pemicunya diduga status yang bersangkutan atas penanganan keributan di pasar malam Lapangan Indah Timika oleh pihak kepolisian, yang dinilainya kurang tepat.

Saldi yang saat itu sedang berada di depan Satlantas Polres Mimika, langsung diciduk oknum polisi dan dibawa ke Pos Terpadu di Jalan Budi Utomo dan langsung dipukuli oleh oknum polisi sekira 8 orang.

Tak cukup sampai disitu, penganiayaan terhadap wartawan ini kembali berlanjut, sampai di Polres korban kembali dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan. Akibat penganiayaan itu Saldi mengalami luka lebam di bagian muka, kepala dan mengalami sakit di bagian rusuk dan kepala.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini