Menengok Komunitas Pemanjat Pohon Pertama di Indonesia

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Kamis 01 September 2016 05:30 WIB
Komunitas Pemanjat Pohon Pertama di Indonesia (foto: Putra RA/Okezone)
Share :

BOGOR - Jika Anda pecinta olahraga ekstrim terutama yang berhubungan dengan ketinggian mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa jenis kegiatan yang memacu adrenalin seperti Rock Climbing, Gantole, Paragliding dan Sky Diving.

Namun, pernahkan Anda mendengar ataupun mencoba jenis olahraga Tree climbing? Ya, mungkin untuk sebagian orang olahraga memanjat pohon ini terdengar asing. Bahkan, tidak sedikit orang tertawa dan memandang sebelah mata ketika mendengar olahraga tersebut.

Olahraga memanjat pohon memang tergolong baru. Tetapi di luar negeri jenis olahraga ini sudah didirikan dengan nama Tree Climbing International (TCI) pada tahun 1983, Atlanta, Amerika oleh Peter 'Treeman' Jenkins yang juga seorang pemanjat tebing.

Agar semua orang cinta olahraga panjat pohon, ia pun berinisiatif untuk membuka sekolah pertama di dunia tentang panjat pohon (Tree Cilmbing School). Sampai sekarang dia dikenal sebagai bapak panjat pohon sedunia.

Di Indonesia sendiri, olahraga panjat pohon ini pertama kali didirikan oleh sekelompok pemuda pecinta alam berjumlah 8 orang pada tahun 2007 silam dengan nama Tree Climbing Indonesia (TCI) yang berpusat di Kota Bogor, Jawa barat.

"Awalnya kita semua teman sesama pecinta alam. Dulu saya punya ilmu panjat pohon Rimpala (organinasi pencita alam) Fakultas Kehutanan IPB. Tujuannya memperkenalkan dan lebih mamahami tentang pohon," kata Ketua TCI, Ahdi Muhtadin, Rabu (31/8/2016).

Sebagai organisasi yang mengembangkan kegiatan di atas pohon, dengan berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dengan penguasaan metode dan teknik pemanjatan pohon ada empat kegiatan utama dari panjat pohon yaitu Sport, Scince, Art of Life dan Adventure.

Sebagai sebuah Sport, Tree Climbing dapat melatih otot-otot tangan, kaki dan perut. Selain baik juga sebagai pernafasan tubuh. Adventure dari canopy trail membutuhkan keberanian tinggi untuk melakukannya, dimana taruhan dari teknik ini adalah jiwa kita, sehingga tidak semua orang dapat dan untuk melakukannya perlu mengusai beberapa teknik dalam panjat pohon.

Fungsi science, ini sangat bagus untuk mendukung kelestarian hutan, dimana kita dapat mengetahui dunia canopy yang merupakan tempat awal mulanya perkembangan biakan sebuah pohon. Tree Climbing dapat mempermudah pengunduhan biji, pembuatan herbarium, pengukuran fotosintesis, inventarisaai satwa liar, dan lain-lain.

Sementara, Art of Life dari Tree Cimbing terletak pada keindahan dunia canopy terutama dihutan belantara, dimana keindahannya merupakan dunia lain yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, selain itu kita dapat hidup diatas pohon dengan aman layaknya seekor burung, serta masih banyak rahasia dan manfaat lain dari canopy trail yang dapat dikembangkan.

"Kita gabungkan antara olahraga, pengetahuan dan seni. Kita juga lebih menekankan kepada ilmu pengetahuannya jadi tidak asal panjat saja. Kita juga mempelajari dan memahami karekteristik pohon itu sendiri. Juga ada karya seni fotografi yang hanya bisa diambil dari atas pohon biasanya foto satwa," jelasnya.

Ada dua kategori pohon yang umumnya bisa dipanjat yakni pohon bercabang dan pohon bebas cabang. Masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang berbeda tergantung dari jenis, tinggi dan diameter pohon itu sendiri.

Untuk teknik, olahraga ekstrim ini tidak berbeda jauh dengan jenis lainnya seperti panjat tebing. Namun ada sedikit perbedaan pada teknik awalnya. Dalam memanjat pohon bercabang, ada dua teknik yang umumnya digunakan yaitu teknik Throwing dan Throwball.

Teknik ini menggunakan tali statis yang umumnya juga dipakai dalam olahraga panjat tebing. Perbedaanya hanya pada awalnya dimana tali tersebut akan dilempar ataupun ditembakan menggukan pipa yang terhubung dengan pompa udara untuk melontarkan tali ke batang pohon yang ingin dipanjat.

Sementara, untuk pohon yang bebas cabang seperti pohon kelapa dan pinus digunakan teknik sitting dan standing. Dimana digunakan alat terbuat dari rangka besi yang langsung didatangkan dari India dan dipasang di tubuh pemanjat tergantung kebutuhan.

"Pada dasarnya tree climbing ini sama dengan rock climbing atau wall climbing. Hanya media saja yang membedakan dan cara awalnya. Selain itu, kita harus mengetahui jenis pohon itu sendiri tidak hanya sekedar naik saja tapi juga meneliti kehidupan pohon," jelasnya.

Dibeberapa tempat di Indonesia, teknik memanjat pohon ini sebenarnya sangat diperlukan salah satunya bagi para petani pohon kelapa untuk memanen buahnya. Para pemanjat biasanya minim sekali memerhatikan keselamatannya memanjat pohon ketika sedang memanen.

Selain faktor keselamatan, pengenalan berbagai alat yang digunakan untuk memanjat pohon juga diperlukan untuk menunjang para petani dalam memanen. Meski demikian, masih diperlukam sosialisasi secara mendalam kepada masyarakat dalam teknik memanjat pohon yang baik dan benar.

"Ini penting sebenarnya. Kita bisa lihat petani kepala yang tradisional banyak yang mengabaikan keselamatan saat memanjat. Mereka juga biasanya malas menggunakan alat-alat safety. Makanya kita disni juga mempunyai sekolah memanjat dan bisa juga untuk penyuluhan kepada petani," terangnya.

Selain hal tersebut, Tree Climbing Indonesia ini juga sering bekerja sama dengan LIPI dalam pengununduhan biji pohon Sengon. Tingginya pohon yang mencapai ketinggian lebih dari 30 meter dan karakteristik pohon yang dikenal rapuh membuat pengambilan bijin tersebut diperlukan tenaga ahli untuk mengambilnya.

Saat ini, Tree Climbing Indonesia ini sendiri berpusat di Jalan Anasar 1 Nomer 68 Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat yang memiliki anggota sekitar 50 orang tersebar di seluruh wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa dan Sumatera.

Diharapkan, olahraga ekstrim ini untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Selain untuk olahraga maupun hobi, teknik panjat pohon ini dapat berguna untuk membantu para petani dan para peniliti yang berhubungan dengan kehidupan di atas pohon.

"Kita ingin dikenal oleh masyarakat. Disni kita belajar tentang alam khususnya pohon dan teknik-teknik memanjat pohon yang baik dan diharapkan dengan adanya organisasi ini mampu bermanfaat bagi orang lain maupun pemerintah terkait permasalahan pohon," harapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya