Mengenal Sistem Pengamanan Terbuka Turki

Silviana Dharma, Jurnalis
Minggu 11 September 2016 06:02 WIB
Petugas polisi Turki. (Foto: Reuters)
Share :

Berdasarkan situasi inilah, pemerintah Turki merasa perlu untuk menjaga stabilitas keamanan wilayahnya dengan sistem keamanan yang disebut Azwir sebagai sistem pengamanan terbuka. Kebijakan ini memungkinkan otoritas setempat mengawasi segala gerak-gerik masyarakatnya. 

"Pokoknya semua pergerakan kita di sana itu ketahuan sama pemerintah. Makanya penjahat di sana, itu cepat sekali ketangkapnya. Dan di sana kalau mau tangkap orang enggak bisa sembarangan, harus ada bukti tindakan dulu," ucapnya.

Ketika pemerintah menemukan aktivitas mencurigakan, mereka pun bergerak cepat memutus sambungan nomor yang terdaftar itu. Hal inilah yang kini dialami mahasiswa program doktoral di Turki yang sedang menikmati masa libur perkuliahan itu.

"Saya belakangan ini banyak koar-koar soal Turki lewat telefon seluler, mungkin info saya dianggap terlalu macam-macam. Jadi nomor Turki saya ini rusak, sepertinya kena pembersihan gitu dari sananya. Semua kehapus data saya, jadi harus aktifkan lagi ini nanti kalau saya ke Turki lagi," curhatnya.

Kisah lain tentang pengamanan terbuka di Turki disaksikan pria kelahiran Aceh 4 Januari 1983 itu saat bom-bom meledakkan kantor polisi di sejumlah kawasan metropolitan Turki. Kinerja aparat di sana yang bergerak cepat menangani ancaman tak pelak membuatnya berdecak kagum. Tidak heran jika korban yang berjatuhan pun sedikit dan aktivitas warga tidak terhambat lama.

"Saya itu salut sama aparat di sana. Kerjanya cepat. Di sana kan kita tahu sering ada bom-bom yang dilancarkan militan Kurdi. Tapi aparat di sana itu sigap. Jalanan yang tadinya berantakan, sebentar saja bisa mereka bereskan. Rapi sekali, sampai kalau dilihat kesannya tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Jadi warga juga bisa beraktivitas lagi seperti biasa," ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya