JAKARTA – Kasus pasangan mesum yang menjajakan diri dalam fitur live show sex di media sosial menyisakan keprihatinan. Apalagi, banyak pria hidung belang yang jadi pelanggan prostitusi online ini.
Sosiolog dari Universitas Ibnu Khaldun, Musni Umar menilai, fenomena mempertontonkan hubungan seks di hadapan publik sudah lagi tak tabu, bahkan gaya hidup di era modern.
"Ini semacam lifestyle di era modern sekarang ini bahwa hubungan seks tidak lagi dianggap tabu," ujar Musni kepada Okezone, Kamis (13/10/2016).
Menurutnya, penggunaan sosial media yang tak tepat jadi pemicu kejadian seperti ini. Para pelaku tak memperdulikan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi agama dan kebudayaan.
"Fakta yang kita saksikan di dunia barat terutama negara-negara yang menganut paham seks bebas kemudian ingin ditularkan di negara kita. Ya salah satunya menampakkan hubungan seks bebas di media sosial," jelas Musni.
Musni berharap, pemerintah Indonesia memperketat pengawasan aktifitas-aktifitas negatif yang ada di media sosial. "Pemerintah khususnya Kominfo harus bekerjasama dengan kepolisian untuk mengungkap kejadian yang cepat atau lambat meresahkan masyarakat kita," tukas Musni.
Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan menangkap pasangan pria dan wanita bukan suami istri yang mempertunjukan hubungan seks secara langsung (live show), serta behubungan seks secara threesome.
Adapun tarif yang ditawarkan ialah Rp1 juta hingga Rp2 juta. Pelaku mengaku telah berulang kali melakukan aksi bejat tersebut di wilayah Jakarta dan Tangerang dengan menawarkan jasa melalui media sosial.
Kini, pasangan mesum tersebut dijerat dengan Pasal 34 Junto pasal 36 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
(Qur'anul Hidayat)