KULONPROGO – Kadipaten Puro Pakualaman, menggelar labuhan di Pantai Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta, Rabu 12 Oktober 2016. Ini merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap 10 Muharram, untuk melarung sukerto (membuang kesialan).
Ikut dilarung tiga buah gunungan, berupa gunungan hasil bumi, gunungan pakaian (pengagem) dan gunungan padi.
Tradisi labuhan ini diawali dengan kirab dari Pesanggrahan Pakualaman menuju ke Joglo labuhan di Pantai Glagah dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer. Iringan-iringan ini diawali dengan Bregodo Lombok Abang, Bregodo Plangkir, tiga buah gunungan dan diikuti keluarga dan kerabat Pakualaman. Sebelum dilarung, ketiga gunungan dan uba rampe yang ada didoakan terlebih dulu.
“Ini merupakan tradisi sebagai ungkapan rasa syukur,” jelas KPH Indrokusumo, yang merupakan kerabat Pakualaman yang memimpin acara.
Beberapa pakaian yang dilarung, merupakan pakaian kebesaran pangeran, serta kelengkapan lainnya. Termasuk aneka jenis hasil bumi, buah dan sayuran, hingga padi.