"Untuk di Riau, masih sama seperti kemarin atau awal pekan ini yakni satelit nyatakan nihil atau tidak terpantau baik titik panas dan titik api," terang Slamet.
Meski terpantau nihil di Riau, tapi Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla tetap melakukan patroli udara secara rutin memantau keberadaan titik api.
"Walau setiap hari kita terima jumlah titik api dari BMKG, tetapi patroli secara rutin tetap dilakukan," ucap Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau, Edwar Sanger.
Hingga Jumat 14 Oktober lalu, Satgas Karhutla Riau mencatat, 3.810 hektare telah hangus terbakar dan menetapkan total 95 tersangka dari 74 perkara, dua kasus diantaranya diduga dilakukan oleh korporasi. Pemprov Riau telah tetapkan status siaga darurat karhutla selama enam bulan atau terhitung mulai 1 Juni hingga 30 November 2016.
(Rizka Diputra)