SALZBURG – Sebongkah uranium memancarkan radiasi radioaktif di dalam ruang kelas sebuah sekolah di Salzburg, Austria, tanpa diketahui. Uranium tersebut telah memaparkan radiasi berjumlah ratusan millisivert – ukuran penyerapan radiasi oleh tubuh manusia – ke sekolah, jumlah yang jauh lebih besar dari radiasi normal, sampai ditemukan baru-baru ini.
Diwartakan Metro, Rabu, (26/10/2016), terungkapnya keberadaan bongkahan uranium aktif itu terjadi saat aktivis anti-nuklir Austria, Thomas Neff datang ke Sekolah Missionaries of Sacred Heart, Salzburg untuk berceramah. Dalam kuliahnya, Neff membawa pengukur radiasi Geiger untuk melakukan demonstrasi.
Namun, demonstrasi yang dilakukan Neff tidak berjalan sesuai rencana. Pasalnya, saat Neff berkeliling ruangan, pengukur Geiger yang dibawanya menunjukkan jumlah radiasi 102 ribu per menit, ratusan kali lebih besar dari jumlah normal saat Neff melewati sekumpulan batu, mineral dan fosil yang dipajang.
Merasa ada yang tidak normal, Neff segera menghentikan kuliahnya dan menginformasikan hal ini kepada pihak sekolah. Para siswa juga segera dievakuasi sementara para ahli menyelidiki apakah mereka berada dalam bahaya.
Penemuan ini memicu peringatan ke sekolah-sekolah lain di Salzburg yang menghasilkan penemuan 38 bongkahan uranium lain yang dipajang sebagai koleksi geologi di setidaknya 11 sekolah di kota itu. Semua bongkahan itu saat ini telah tersimpan di tempat yang aman.
Berdasarkan keterangan Neff, bongkahan uranium itu memang tidak cukup menyebabkan keracunan radiasi yang parah. Namun, jumlah benda itu tetap saja dapat memapar radiasi dalam jumlah di atas normal.
(Rahman Asmardika)