Sebelumnya, Muara Teweh diberlakukan pemadaman bergilir karena mesin PLTD kondisinya defisit daya 4,5 megawatt sehingga terpaksa dilakukan bergilir delapan jam nyala dan delapan jam padam sejak 14 Oktober hingga Rabu 2 November 2016 tengah malam.
Untuk memperbaiki menara yang roboh, pihak PLN membangun dua tower darurat yang didatangkan dari Gardu Induk Mantuil, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan dari Kalimantan Timur dengan memasang tower darurat di wilayah Desa Muara Inu, Kecamatan Lahei.
"Info yang saya terima dari bagian konstruksi tower yang roboh itu tahun ini juga akan di bangun secara permanen," kata dia.
(Fransiskus Dasa Saputra)