Perempuan Kulit Putih Pilih Trump
Jajak-jajak pendapat di TPS menunjukkan bahwa perempuan berkulit putih memilih kandidat Partai Republik Donald Trump atas Clinton dengan angka 10 persen, sementara laki-laki kulit putih lebih suka Trump dengan angka 12 persen. Beberapa analis ilmu politik menyebutkan para kandidat perempuan menghadapi diskriminasi gender dari para pemilih yang tidak mau mengakui pilihan mereka kepada para pembuat jajak pendapat.
"Saya kira ada persentase besar dari populasi kita yang tidak akan memilih perempuan menjadi presiden Amerika Serikat," ujar David Schultz dari Hamlin University.
Mudah menyalahkan pemilih laki-laki untuk hal ini. Namun Linda Crozier, salah satu pemilih Trump di Pennsylvania mengatakan, perempuan tidak "memiliki hak" untuk jadi presiden. Crozier menyebut emosi perempuan sebagai faktor penyebabnya.