Ketua Perindo Kota Malang Terkesan Sogugan, Tradisi Saweran Warga Madura

Hari Istiawan, Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2016 18:48 WIB
Sogugan, tradisi sumbang menyumbang warga Madura (Foto: Hari Istiawan/Okezone)
Share :

MALANG - Tradisi sumbang menyumbang di acara pernikahan ala Madura memang unik. Di Jawa biasanya dikenal dengan istilah buwuh. Bedanya, kalau di Jawa jumlah uang sumbangan tidak ditampakkan. Kalau tradisi sogugan uang sumbangan dipajang dan diapit di potongan bambu.

Sogug hingga kini masih bisa dilihat di acara-acara hajatan baik di Madura maupun daerah-daerah yang mayoritas asal-usul penduduknya nerasal dari Madura. Seperti di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Ketua DPD Perindo Kota Malang yang kebetulan hadir di acara tersebut tampak didampingi seseorang yang berpakaian sakera atau khas Madura. Dengan logat dan Bahasa Madura, pendamping ini menyampaikan maksudnya kalau ada tamu datang. Terlebih dulu diawali teriakan lantang Sakera.

Pembawa acara yang di atas panggung lalu menimpali dan memberitahukan tuan rumah untuk menyambut tamu. Tidak seperti adat di Jawa, tamu yang membawa deretan uang yang diapit belahan bambu ini juga bisa request lagu yang memang disediakan.

"Saya baru pertama melihat langsung tradisi ini," kata Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Jumat (23/12/2016).

Jangan heran dengan nominal uang yang disumbangkan ke pemilik rumah atau yang sedang punya hajat. Nominalnya antara Rp200 ribu hingga puluhan juta. Ada dua jenis uang sumbangan yang diberikan; pertama karena ingin menaruh sumbangan itu dan wajib disaur atau dikembalikan oleh yang punya hajat ketika yang memberi nanti punya hajatan, dan yang kedua karena dia mengembalikan sumbangan yang dulu pernah diberi oleh tuan rumah.

Satu persatu tamu secara bergiliran akan masuk ke tenda setelah sebelumnya menyampaikan maksudnya dengan bahasa Madura, dan kadang diiringi gending atau musik. Setelah uang itu diserahkan ke perwakilan tuan rumah, lalu diletakkan dengan ditancapkan di pelepah pisang. Sehingga terlihat jelas deretan uang hasil sumbangan para tamu.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya