JELANG berakhirnya Perang Dunia II, pasukan Amerika Serikat (AS) masih terus berusaha membebaskan wilayah Pasifik dari pendudukan Jepang dan salah satu usaha tersebut adalah berusaha membebaskan Filipina. Sebagaimana dikutip dari History, Senin (9/1/2017) sejarah mencatat pada hari ini di tahun 1945, pasukan AS menginvasi Luzon demi menggempur Jepang.
Jepang mulai menguasai Filipina pada Mei 1942. Namun pada Oktober 1944, lebih dari 100.000 pasukan AS mendarat di Pulau Leyte serta melancarkan pertempuran yang disebut paling berdarah di wilayah Pasifik dan menjadi awal berakhirnya pendudukan Jepang.
Jenderal Douglas McArthur yang sempat mundur pada 1942 dari Filipina pernah berjanji bahwa kelak ia akan kembali ke negara tersebut untuk mengusir Jepang. Janji itu terbukti dengan rekaman yang memperlihatkan ia bersama pasukannya berjalan di pinggir pantai Leyte pada 20 Oktober 1944.
Untuk merebut Leyte, pasukan AS membutuhkan waktu 67 hari serta menewaskan lebih dari 55.000 pasukan Jepang serta 25.000 lainnya dalam pertempuran skala kecil demi memastikan pulau itu sepenuhnya bebas. Pasukan AS sendiri dilaporkan kehilangan 3.500 anggotanya dalam pertempuran berdarah itu.
Tidak hanya di darat, pertempuran di Teluk Leyte juga membuat Jepang kehilangan kekuatan militernya. Lebih dari 5.000 pilot kamikaze Jepang tewas dalam pertempuran ini dan menghancurkan 34 kapal AS. Namun kapal-kapal perang Jepang juga mengalami penggempuran dan berakhir dengan Negeri Sakura yang perlahan kehilangan Armada Kerajaannya.