HISTORIPEDIA: Pasukan Amerika Serikat Invasi Luzon

Emirald Julio, Jurnalis
Senin 09 Januari 2017 08:03 WIB
Foto tentara AS dari Batalion 3D, infantri 126, menyeberangi sungai di Luzon (Foot: Red Arrow Veteran Association)
Share :

JELANG berakhirnya Perang Dunia II, pasukan Amerika Serikat (AS) masih terus berusaha membebaskan wilayah Pasifik dari pendudukan Jepang dan salah satu usaha tersebut adalah berusaha membebaskan Filipina. Sebagaimana dikutip dari History, Senin (9/1/2017) sejarah mencatat pada hari ini di tahun 1945, pasukan AS menginvasi Luzon demi menggempur Jepang.

Jepang mulai menguasai Filipina pada Mei 1942. Namun pada Oktober 1944, lebih dari 100.000 pasukan AS mendarat di Pulau Leyte serta melancarkan pertempuran yang disebut paling berdarah di wilayah Pasifik dan menjadi awal berakhirnya pendudukan Jepang.

Jenderal Douglas McArthur yang sempat mundur pada 1942 dari Filipina pernah berjanji bahwa kelak ia akan kembali ke negara tersebut untuk mengusir Jepang. Janji itu terbukti dengan rekaman yang memperlihatkan ia bersama pasukannya berjalan di pinggir pantai Leyte pada 20 Oktober 1944.

Untuk merebut Leyte, pasukan AS membutuhkan waktu 67 hari serta menewaskan lebih dari 55.000 pasukan Jepang serta 25.000 lainnya dalam pertempuran skala kecil demi memastikan pulau itu sepenuhnya bebas. Pasukan AS sendiri dilaporkan kehilangan 3.500 anggotanya dalam pertempuran berdarah itu.

Tidak hanya di darat, pertempuran di Teluk Leyte juga membuat Jepang kehilangan kekuatan militernya. Lebih dari 5.000 pilot kamikaze Jepang tewas dalam pertempuran ini dan menghancurkan 34 kapal AS. Namun kapal-kapal perang Jepang juga mengalami penggempuran dan berakhir dengan Negeri Sakura yang perlahan kehilangan Armada Kerajaannya.

Dengan kemenangan di darat dan laut Leyte, pasukan AS dapat mendarat di Luzon pada 9 Januari 1945. Jenderal McArthur dan lebih dari 60.000 pasukan AS disambut oleh warga Filipina di Luzon yang sempat menderita akibat pendudukan Jepang.

Di Luzon, pasukan AS menemukan sejumlah jaringan gua dan terowongan bawah tanah yang dibangun Jepang di sana. Setelah diselidiki, gua dan terowongan tersebut dibangun Jepang untuk menghindari bombardir dari pasukan AS dan memancing mereka ke pedalaman Luzon.

Walaupun telah dibantu jaringan terowongan dan gua tersebut, Jepang tetap kalah dalam pertempuran di Luzon dan akhirnya perlahan wilayah Filipina lepas dari pendudukan militer Negeri Sakura.

(Emirald Julio)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya