Dari pernikahan dengan Albert , Victoria dikaruniai sembilan orang anak termasuk putrinya yang lahir pada 1840, Victoria, yang kemudian menjadi Ratu Jerman dan putra mahkota, Prince of Wales yang kemudian menjadi Raja Edward VII.
Absen untuk waktu yang lama membuat kepopuleran Victoria di mata publik menurun drastis. Untungnya, dengan dorongan Ketua Partai Konservatif sekaligus perdana menterinya (PM), Benjamin Disraeli, Victoria bisa dibujuk untuk kembali muncul dan berhenti mengasingkan diri.
Jasa-jasa Disraeli dalam memperluas dan memperkuat Kerajaan Inggris membuat Victoria terkesan dan menjadi salah satu alasannya untuk kembali menampakkan diri di depan publik. Disraeli pula yang mengusulkan untuk memberikan Victoria gelar sebagai Ratu India dan menjadikannya sebagai simbol persatuan di dalam kerajaan.
Dalam beberapa dekade terakhir kehidupannya, kepopuleran Victoria kembali menanjak secara signifikan. Meski tak sepenuhnya menerima kemajuan pesat teknologi yang terjadi pada abad ke-19, Victoria tetap berusaha keras menjalankan perannya sebagai kepala negara.
Saat dia menghembuskan nafas terakhirnya pada 1901, Victoria meninggalkan 37 cicit yang menikah dengan keluarga kerajaan lainnya di seluruh Eropa. Hal ini membuatnya dijuluki sebagai “nenek Eropa”.
Setelah berkuasa selama 63 tahun enam bulan dan dua hari, Ratu Victoria adalah penguasa terlama Kerajaan Inggris dan ratu yang berkuasa paling lama dalam sejarah dunia sampai dilampaui oleh Ratu Elizabeth II pada 9 September 2015.
(Rahman Asmardika)