KISAH: Pria Bertopeng Keliling Dunia dan Dilamar 200 Wanita

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Sabtu 28 Januari 2017 07:12 WIB
Harry Bensley. (Foto: Vintage News)
Share :

PERNAH melihat film "Man in the Iron Mask"? Di film ini, aktor Leonardo di Caprio berperan sebagai Raja Prancis Louis XIV yang ternyata memiliki saudara kembar. Raja Louis XIV memenjarakan sang saudara kembar dan memaksanya memakai topeng besi agar identitasnya tak diketahui.

Kisah serupa terjadi di Inggris pada awal 1900-an.

Suatu sore pada 1907, di National Sporting Club di London, dua pria memperdebatkan topik seru: dapatkah seorang pria berkeliling dunia dengan memakai topeng tanpa pernah teridentifikasi.

Lord Lonsdale, yang juga dikenal sebagai ‘Sporting Peer’, percaya hal tersebut dapat dilakukan. Sementara itu, jutawan Amerika. John Pierpont Morgan meyakini sebaliknya.

Pembicaraan mereka didengar oleh Harry Bensley. Pria yang gemar berpetualang itu menerima tantangan mereka untuk membuktikan bahwa situasi yang diperdebatkan Lonsdale dan Morgan dapat diwujudkan.

Kala itu, Bensley berusia 31 tahun dan sudah menikah. Ia mengantongi pendapatan rata-rata 5.000 poundsterling per tahun. Taruhan antara Lonsdale dan Morgan pun disepakati, pemenangnya akan berhak membawa pulang 21 ribu poundsterling. Demikian dinukil dari Vintage News, Sabtu (28/1/2017).

Agar kian seru, ada 15 persyaratan yang harus dipenuhi Bensley. Dan untuk memastikan semua syarat dipenuhi, ada seorang pria yang akan mendampingi Bensley.

Syarat pertama, identitas asli Bensley tidak boleh diungkap. Ia diharuskan mendatangi beberapa kota di Inggris dan 125 kota di 18 negara lainnya. Semua perjalanan harus ditempuh dengan Bensley mengenakan topeng besi di wajah yang beratnya mencapai dua kilogram.

Di setiap kota, Bensley harus mendapat tanda tangan dari tokoh lokal untuk membuktikan kedatangannya. Urutan kota yang harus didatanginya juga sudah disiapkan.

Syarat lainnya, Bensley hanya boleh membawa uang satu poundsterling. Untuk membiayai kebutuhan, Bensley harus menjual foto dirinya.

 

Harry Bensley, 1908. (Foto: Vintage News)

Bensley tidak diperbolehkan membuka topengnya dalam situasi apa pun. Tetapi, ia boleh mengganti pakaiannya.

Selama perjalanannya, Bensley juga harus mendorong kereta bayi. Bahkan, meski sudah menikah, ia harus mendapatkan perempuan yang setuju menikahinya dengan topeng tetap terpasang.

Bensley memulai perjalanannya dari Trafalgar Square, London, pada 1 Januari. Cerita tentang apa yang terjadi di jalan pun simpang siur. Salah satunya, Bensley dikabarkan bepergian selama 6,5 tahun. Selama pengembaraannya, Bensley disebut bertemu dengan Raja Edward VII di arena pacu Newmarket. Bensley menjual kartu pos kepada sang raja seharga 5 poundsterling. Sang raja juga meminta tanda tangan Bensley.

Ada juga cerita yang menyebutkan Bensley ditahan di Bexleyheath, Kent, karena berjualan kartu pos tanpa izin. Sebelumnya, polisi meminta Bensley untuk melepas topeng. Tetapi, kharismanya membuat Bensley mampu meyakinkan polisi tentang alasannya memakai topeng. Ia pun dilepas dan membayar denda dengan jumlah minimal.

Bensley berhasil mendatangi 12 negara dan menerima 200 lamaran pernikahan. Tidak satu pun lamaran ia terima. Ternyata, ada sebuah surat kabar menawarkan 1.000 poundsterling bagi siapa pun yang mampu mengungkap identitasnya.

Ketika perang berkecamuk pada Agustus 1914, Bensley sedang berada di Italia. Ia adalah pribadi yang patriotik hingga bersedia menghentikan pengembaraannya meski akan kalah taruhan. Bensley kemudian bergabung dengan pasukan Inggris dan mengaku kalah taruhan. Ia menerima 4.000 poundsterling sebagai hadiah hiburan yang kesemuanya disumbangkan.

Sayangnya, setahun kemudian ia harus meninggalkan ketentaraan karena terluka. Revolusi Bolshevik membuat investasi Bensley di Rusia tidak berharga. Ia pun bangkrut pada 1917. Bensley menghembuskan nafas terakhir pada 1956 di Brighton, Inggris.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya