Faizun, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut Faizun, wisatawan seharusnya dibuat nyaman dan kerasan sehingga tak perlu ada jebakan atau tarif yang sebenarnya tidak perlu.
“Melihat kondisi semacam itu, dinas terkait seharusnya paling bertanggung jawab, harus segera lakukan pembenahan,” ujarnya.
Pengakuan yang sempat menjadi viral di media sosial itu pun mendapat respons dari CBO Wonosobo-Banjarnegara. Merujuk pada matinya wisata di Waduk Mrica, awalnya juga dari hal-hal seperti yang terjadi di Dieng. Mulai ulah tukang ojek nakal maupun para tukang andong.
Karenanya CBO Wonosobo-Banjarnegara berharap kejadian di Mrica menjadi catatan bersama semua pihak. Warga Dieng pun diminta tidak memanfaatkan aji mumpung.
(Rizka Diputra)